Saat mencari harga website Solo, Anda mungkin akan menemukan penawaran yang selisihnya cukup jauh.
Ada vendor yang menawarkan harga sangat rendah. Ada juga yang memasang harga beberapa juta sampai belasan juta.
Wajar kalau akhirnya muncul pertanyaan: sebenarnya harga website yang masuk akal itu berapa?
Di Djoeragan Website, harga dimulai dari Rp3,5 juta untuk Paket Starter. Kami juga punya Paket Business mulai Rp6 juta, E-Commerce mulai Rp8 juta, dan Corporate mulai Rp10 juta. Harga tersebut merupakan starting point. Nilai akhirnya mengikuti scope, fitur, customization, kompleksitas, serta kebutuhan project.
Namun, ada hal yang menurut saya jauh lebih penting daripada sekadar angka.
Apa yang sebenarnya Anda beli dengan harga tersebut?
Website Rp3 juta dan Rp6 juta bisa terlihat mirip
Ini yang sering membuat calon pemilik website keliru saat membandingkan penawaran.
Dari tampilan luar, dua website bisa sama-sama punya logo, foto, beberapa halaman, tombol WhatsApp, dan tampilan mobile.
Sekilas hampir tidak ada bedanya.
Masalahnya, website bukan hanya tampilan depan.
Apakah ada struktur konten di belakangnya. Apa ada CMS. Ada cara tim memperbarui informasi. Punya fondasi SEO. Ada kemampuan menambah konten. Ada pula pertimbangan ketika bisnis berkembang.
Perbedaan tersebut mungkin tidak langsung terlihat ketika website pertama kali online.
Baru terasa beberapa bulan kemudian saat kebutuhan mulai bertambah.
Harga murah biasanya datang bersama scope yang lebih sederhana
Saya tidak menganggap website murah otomatis jelek.
Untuk kebutuhan sederhana, solusi sederhana memang masuk akal.
Misalnya, sebuah bisnis hanya membutuhkan halaman profil, layanan, tentang perusahaan, dan kontak. tanpa ada katalog besar. Tidak ada kebutuhan konten yang terus berkembang. Tidak ada fitur khusus.
Dalam kondisi seperti itu, Anda memang tidak membutuhkan sistem yang terlalu kompleks.
Persoalannya muncul ketika bisnis sebenarnya membutuhkan lebih dari itu, tetapi sejak awal memilih solusi hanya karena harganya paling murah.
Saat jumlah layanan bertambah, portfolio mulai banyak, produk terus masuk, atau perusahaan ingin serius mengembangkan SEO, struktur awal tadi bisa mulai terasa membatasi.
Di sinilah harga murah dan value menjadi dua hal yang berbeda.
Website statis tidak sama dengan website yang bisa berkembang
Menurut saya, ini salah satu hal yang paling penting dipahami sebelum membeli website.
Website statis cocok untuk informasi yang relatif sedikit dan tidak banyak berubah.
Misalnya:
- profil perusahaan;
- daftar layanan;
- kontak;
- beberapa halaman informasi.
Semua itu bisa berjalan dengan baik.
Tetapi bagaimana kalau perusahaan punya puluhan layanan?
Bagaimana kalau distributor memiliki banyak produk?
Bagaimana kalau portfolio terus bertambah?
Lalu bagaimana kalau Anda ingin rutin menerbitkan artikel?
Kalau setiap penambahan konten mengharuskan seseorang membuka Elementor lalu mengubah layout satu per satu, proses tersebut jelas tidak efisien.
Karena itu, Djoeragan Website menggunakan struktur konten dinamis sebagai salah satu fondasi pengembangan. Produk, layanan, portfolio, dan artikel dapat berkembang tanpa membuat tim harus membangun halaman dari nol setiap kali menambah konten.
Di sinilah value website mulai terasa
Saya lebih suka menjelaskan website sebagai aset digital, bukan sekadar halaman internet.
Hari ini mungkin Anda hanya punya beberapa layanan.
Tahun depan bisa bertambah.
Hari ini mungkin portfolio masih sedikit.
Nanti bisa puluhan.
Hari ini website hanya menjadi tempat calon pelanggan melihat profil perusahaan.
Besok Anda mungkin ingin menggunakannya untuk SEO, lead generation, katalog, atau kebutuhan pemasaran lain.
Website yang baik seharusnya tidak membuat Anda selalu kembali ke titik nol setiap kali bisnis berubah.
Karena itu, Djoeragan membawa konsep scalability ke dalam pengembangan website. Struktur dibuat agar bisnis punya ruang untuk berkembang tanpa harus langsung membangun ulang semuanya.
Jadi, yang Anda bayar bukan cuma desain
Kalau saya melihat sebuah project website, saya tidak menghitung pekerjaan hanya dari jumlah halaman.
Saya melihat keseluruhan sistemnya.
Misalnya:
Custom UI/UX
Kami menyesuaikan tampilan dengan kebutuhan bisnis. Bukan sekadar mengambil template lalu mengganti logo dan warna.
WordPress
Tim internal bisa mengelola website melalui CMS yang familiar dan fleksibel.
Dynamic content
Konten seperti produk, layanan, portfolio, maupun artikel punya struktur yang bisa terus berkembang.
SEO foundation
Kami menyiapkan fondasi teknis dan struktur konten agar website punya ruang untuk dikembangkan lebih lanjut dalam strategi SEO.
Responsive design
Pengalaman pengguna harus tetap nyaman di desktop, tablet, dan smartphone.
Post-launch support
Pekerjaan juga tidak berhenti ketika website online. Djoeragan memberikan satu tahun garansi untuk bug atau error dari pengerjaan dan fitur yang dibangun.
Semua komponen tersebut ikut membentuk value sebuah website.
Kenapa Djoeragan tidak mengejar harga bantingan?
Karena kami memang tidak menjual produk yang sama.
Kalau kompetitor hanya menawarkan website statis dengan beberapa halaman, tentu mereka bisa menekan harga lebih rendah.
Scope pekerjaannya berbeda.
Sementara itu, Djoeragan memosisikan website sebagai sistem yang mengikuti kebutuhan bisnis.
Kami fokus pada business-first planning, dynamic content system, conversion, scalability, SEO foundation, dan support setelah launch.
Jadi, saya tidak ingin memenangkan persaingan dengan cara menjadi vendor yang paling murah.
Saya lebih memilih calon klien memahami terlebih dahulu apa yang mereka perlukan.
Kalau bisnis memang hanya membutuhkan website sederhana, kita bisa mulai dari kebutuhan tersebut.
Namun, kalau sejak awal website akan menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis, saya tidak menyarankan kita mengorbankan struktur hanya demi mengejar harga termurah.
Berapa harga website Solo di Djoeragan?
Sebagai gambaran, kami memiliki empat starting point:
| Paket | Mulai dari | Kebutuhan |
|---|---|---|
| Starter | Rp3,5 juta | Website bisnis / company profile sederhana |
| Business | Rp6 juta | Bisnis berkembang dengan kebutuhan custom |
| E-Commerce | Rp8 juta | Toko online |
| Corporate | Rp10 juta | Perusahaan dengan scope lebih kompleks |
Harga tersebut bukan harga final yang berlaku sama untuk semua project. Kami menentukan quotation setelah memahami bisnis, menyusun scope, menentukan fitur dan integrasi, lalu menyesuaikan kebutuhan teknisnya.
Pendekatan seperti ini membuat harga lebih masuk akal.
Anda tidak membayar fitur yang tidak diperlukan.
Di sisi lain, Anda juga tidak memaksakan website sederhana untuk kebutuhan yang sebenarnya jauh lebih kompleks.
Cara membandingkan harga website dengan lebih adil
Kalau Anda sedang meminta penawaran dari beberapa vendor di Solo, jangan berhenti pada nominal.
Bandingkan juga:
Struktur website
Apakah hanya halaman statis atau sudah memiliki content system?
Pengelolaan konten
Apakah tim Anda bisa menambah produk, layanan, portfolio, dan artikel sendiri?
Desain
Apakah vendor menggunakan template umum atau benar-benar menyusun UI/UX sesuai kebutuhan?
SEO
Apakah website sejak awal memiliki fondasi yang mendukung pengembangan SEO?
Pengembangan
Kalau bisnis berkembang, apakah struktur website masih bisa mengikuti?
Support
Setelah website online, siapa yang menangani bug atau masalah teknis?
Dengan cara tersebut, Anda tidak lagi membandingkan harga dengan harga.
Anda membandingkan value dengan value.
Website murah bisa menghemat uang hari ini, tetapi belum tentu besok
Ini bukan soal membuat website mahal supaya terlihat lebih profesional.
Justru sebaliknya.
Saya lebih suka klien mengeluarkan uang sesuai kebutuhan yang benar-benar mereka punya.
Masalahnya, keputusan yang terlihat hemat di awal kadang menghasilkan pekerjaan tambahan di kemudian hari.
Contohnya sederhana.
Awalnya website hanya memiliki halaman layanan.
Kemudian Anda ingin menambahkan puluhan layanan dengan struktur yang lebih rapi.
Kalau sejak awal sistemnya sudah dinamis, Anda tinggal mengembangkan kontennya.
Kalau struktur awal hanya mengandalkan halaman statis, pekerjaan bisa menjadi jauh lebih merepotkan.
Karena itu, saya selalu melihat biaya pembuatan website dan kemampuan website untuk berkembang sebagai satu kesatuan.
Bukan sekadar, “berapa yang harus saya bayar hari ini?”
Tetapi juga, “berapa banyak pekerjaan yang bisa saya hindari ketika bisnis saya berkembang?”
Jadi, apakah harga Djoeragan mahal?
Jawabannya tergantung pembandingnya.
Kalau pembandingnya adalah website statis yang hanya mengejar harga paling murah, tentu angka Djoeragan bisa terlihat lebih tinggi.
Tetapi kalau yang dibandingkan adalah sistem website yang custom, dinamis, siap berkembang, memiliki fondasi SEO, dan mendapat accountability setelah launch, maka perbandingannya sudah berbeda.
Djoeragan Website sendiri memiliki pengalaman lebih dari lima tahun, telah mengerjakan 100+ project, dan memberikan garansi error selama satu tahun.
Jadi, bagi saya, harga yang valuable bukan harga yang paling murah.
Harga yang valuable adalah harga yang sebanding dengan sistem, kualitas pengerjaan, fleksibilitas, dan ruang pengembangan yang Anda dapatkan.
Kalau Anda sedang mencari website untuk bisnis di Solo dan ingin melihat pendekatan yang kami gunakan, Anda bisa melihat detail jasa pembuatan website Solo terlebih dahulu. Dari sana, kebutuhan project bisa dibicarakan berdasarkan kondisi bisnis Anda.
Karena website yang baik bukan cuma membuat bisnis Anda punya website.
Website yang baik membantu bisnis Anda punya fondasi digital yang bisa terus berkembang.