“Profesional, custom, lengkap.”
Janjinya terdengar menarik. Tetapi coba lihat scope di belakangnya.
Jangan Cuma Tanya “Berapa Harganya?”. Coba hitung juga apakah harga, scope, proses, timeline, teknologi, dan support-nya masuk akal. Karena website profesional bukan sekadar halaman yang selesai dibuat lalu ditinggal.
Tetapi harga harus tetap masuk akal jika dibandingkan dengan apa yang vendor janjikan.
Janjinya terdengar menarik. Tetapi coba lihat scope di belakangnya.
Bandingkan pekerjaan yang benar-benar dilakukan dengan harga yang diminta.
Ada proses yang harus terjadi sebelum sebuah website benar-benar siap dipakai bisnis.
Tim perlu memahami produk, layanan, target, tujuan, dan kebutuhan website.
Sitemap, hierarchy informasi, user flow, dan struktur konten harus masuk akal.
Rancangan kemudian diterjemahkan menjadi website yang benar-benar berfungsi.
Setiap bagian perlu dicek sebelum website benar-benar diserahkan.
Tim perlu memahami cara mengelola website setelah project selesai.
Masalah teknis tidak selalu muncul saat development. Karena itu fase setelah launch juga penting.
Kalau semua tahapan benar-benar dikerjakan, timeline harus memberi ruang untuk setiap proses.
Website sederhana memang bisa selesai cepat. Yang perlu Anda nilai adalah kecocokan antara scope, proses, dan waktu.
Nilai website profesional muncul dari sistem yang tetap berguna setelah website online.
Tampilan mengikuti kebutuhan bisnis, bukan sekadar template pasaran.
Produk, layanan, portfolio, dan artikel dapat berkembang melalui content system.
Struktur website disiapkan untuk pengembangan SEO secara berkelanjutan.
Website punya ruang untuk mengikuti pertumbuhan bisnis tanpa harus selalu mulai ulang.
Ada support setelah launch dan garansi error satu tahun untuk bug atau error dari pengerjaan dan fitur yang dibangun.
Harga berikut merupakan starting point. Quotation final mengikuti scope, fitur, customization, dan kompleksitas project.
Untuk website bisnis atau company profile dengan kebutuhan relatif sederhana.
Untuk bisnis berkembang yang membutuhkan custom UI/UX dan struktur dinamis.
Untuk bisnis yang membutuhkan katalog dan proses transaksi online.
Untuk perusahaan dengan scope, integrasi, dan fitur yang lebih kompleks.
Harga rendah bukan otomatis masalah. Yang penting adalah apakah seluruh janji vendor konsisten dengan scope dan prosesnya.
Ketika sebuah proposal menjanjikan banyak hal sekaligus dengan timeline yang sangat singkat, minta vendor menjelaskan scope-nya secara detail.
Vendor menjelaskan apa yang dikerjakan, apa yang termasuk, apa yang tidak termasuk, serta bagaimana mereka menentukan harga.
Coba tanyakan juga: apa yang saya dapatkan, bagaimana prosesnya, berapa waktu yang dibutuhkan, dan apakah website ini masih berguna ketika bisnis saya berkembang?
Ceritakan bisnis, kebutuhan, dan target website Anda. Dari situ kita bisa menentukan scope yang masuk akal sebelum membicarakan quotation.