Ketika perusahaan mengikuti tender atau menjajaki kerja sama B2B, calon klien tidak hanya melihat harga dan proposal.
Mereka juga perlu memahami siapa perusahaan Anda, apa yang bisa perusahaan Anda kerjakan, serta sudah memiliki pengalaman apa saja.
Karena itu, website perusahaan dapat menjadi salah satu sumber informasi yang membantu calon partner melakukan evaluasi awal. Platform pengadaan seperti Business Matching Online Kementerian Perindustrian sendiri menempatkan profil vendor dan informasi pengadaan sebagai bagian penting dalam ekosistem pengadaan.
Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan.
Website bukan syarat universal untuk memenangkan atau mengikuti semua tender. Persyaratan setiap tender tetap bergantung pada dokumen dan ketentuan dari penyelenggara.
Jadi, fungsi website lebih tepat sebagai sumber informasi resmi yang membantu perusahaan menunjukkan identitas, kapabilitas, rekam jejak, dan informasi penting lainnya dengan lebih mudah.
Lalu, apa saja yang perlu ditampilkan?
Kenapa Website Perusahaan Penting dalam Proses Tender?
Dalam proses pengadaan, calon partner atau procurement team perlu menilai apakah sebuah perusahaan relevan dengan kebutuhan proyek.
Mereka mungkin ingin mengetahui:
- Perusahaan ini bergerak di bidang apa?
- Layanan apa yang tersedia?
- Pernah mengerjakan proyek serupa?
- Siapa client sebelumnya?
- Apakah perusahaan memiliki sertifikasi yang relevan?
- Di mana lokasi perusahaan?
- Bagaimana cara menghubungi timnya?
Biasanya, informasi tersebut tersebar di berbagai dokumen.
Website dapat menjadi tempat yang lebih mudah untuk melihat gambaran umum perusahaan secara online.
Selain itu, website juga memberi ruang untuk menampilkan informasi yang terlalu luas jika hanya dimasukkan ke dalam dokumen proposal atau company profile PDF.
Apa yang Sebenarnya Perlu Dilihat Calon Klien?
Calon klien tidak membutuhkan website yang sekadar terlihat mewah.
Sebaliknya, mereka membutuhkan informasi yang jelas dan mudah diverifikasi.
Karena itu, fokuskan website pada lima hal utama:
Identitas
Siapa perusahaan Anda?
Capability
Apa yang bisa Anda kerjakan?
Experience
Proyek apa yang pernah Anda tangani?
Proof
Apa bukti kompetensinya?
Contact
Bagaimana calon partner dapat menghubungi Anda?
Struktur tersebut jauh lebih penting daripada menambahkan banyak animasi atau fitur yang tidak berhubungan dengan kebutuhan buyer.
1. Profil Perusahaan yang Jelas
Bagian pertama yang perlu diperhatikan adalah profil perusahaan.
Jelaskan informasi dasar seperti:
- nama perusahaan
- bidang usaha
- tahun berdiri
- lokasi
- area pelayanan
- spesialisasi
- visi dan nilai perusahaan
Hindari profil yang terlalu panjang.
Sebaliknya, susun informasi agar seseorang yang baru mengenal perusahaan Anda dapat memahami bisnisnya dalam waktu singkat.
Untuk perusahaan B2B, positioning juga harus jelas.
Misalnya:
General Contractor & Construction Management
lebih informatif daripada:
We Are the Best Solution for Your Business.
Calon klien perlu mengetahui apa yang Anda kerjakan, bukan hanya bagaimana Anda ingin dipersepsikan.
2. Layanan dan Capability
Selanjutnya, tampilkan layanan atau capability perusahaan secara spesifik.
Jangan hanya menulis:
Construction
Engineering
Procurement
Berikan penjelasan singkat tentang masing-masing layanan.
Misalnya:
Construction
- commercial building
- industrial building
- renovation
- design & build
Engineering
- electrical engineering
- mechanical engineering
- fire protection
Struktur seperti ini membantu calon klien melihat hubungan antara kebutuhan mereka dan capability perusahaan.
Selain itu, setiap layanan dapat dibuat sebagai halaman tersendiri jika informasinya cukup banyak.
3. Portfolio dan Rekam Jejak Project
Untuk perusahaan yang mengandalkan pengalaman, portfolio adalah salah satu bagian terpenting.
Namun, jangan hanya menampilkan:
Foto proyek + nama proyek.
Tambahkan informasi seperti:
- nama project
- client
- lokasi
- tahun
- kategori
- scope pekerjaan
- dokumentasi
Dengan begitu, calon klien dapat memahami konteks proyek.
Lebih penting lagi, pilih portfolio berdasarkan relevansi.
Jika Anda sedang menawarkan jasa pembangunan gudang, tampilkan proyek yang berkaitan dengan gudang, industrial building, atau fasilitas serupa.
Relevansi biasanya lebih berguna daripada sekadar menampilkan sebanyak mungkin project.
4. Case Study untuk Project yang Bernilai Besar
Portfolio menunjukkan pengalaman.
Sementara itu, case study menunjukkan cara perusahaan menyelesaikan masalah.
Struktur sederhananya bisa seperti ini:
Challenge
Apa kebutuhan atau masalah client?
Scope
Apa pekerjaan yang menjadi tanggung jawab perusahaan?
Solution
Bagaimana solusi tersebut dijalankan?
Result
Apa hasil yang dapat dibuktikan?
Tidak semua project perlu dibuat menjadi case study.
Pilih project yang paling kuat dan relevan dengan target client.
Dengan cara tersebut, website dapat menunjukkan kemampuan tanpa membuat pengunjung membaca puluhan halaman yang tidak relevan.
5. Client dan Partner
Daftar client dapat memperkuat social proof.
Namun, jangan hanya menampilkan logo tanpa konteks.
Akan lebih bermanfaat jika Anda menghubungkan client dengan project tertentu.
Misalnya:
PT ABC
→ Commercial Building
→ Jakarta
→ Design & Build
Dengan pendekatan tersebut, calon klien dapat melihat bahwa pengalaman tersebut memang relevan.
Pastikan juga Anda hanya menampilkan nama atau logo perusahaan yang memang boleh dipublikasikan.
6. Legalitas, Sertifikasi, dan Kredensial
Untuk industri tertentu, bagian ini sangat penting.
Tampilkan informasi yang relevan seperti:
- legal entity
- sertifikasi
- lisensi
- membership
- standar
- dokumen pendukung
Perusahaan konstruksi, engineering, manufaktur, dan supplier mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda.
Karena itu, jangan membuat satu daftar legalitas untuk semua industri.
Tampilkan hanya informasi yang benar-benar membantu proses evaluasi.
Beberapa website perusahaan konstruksi yang sudah berjalan juga menampilkan legalitas dan informasi perusahaan secara terbuka sebagai bagian dari profil mereka.
7. Team dan Key Person
Calon client tidak hanya bekerja dengan logo perusahaan.
Mereka juga berhubungan dengan orang-orang di dalamnya.
Untuk bisnis yang menjual expertise, tampilkan key person seperti:
- founder
- director
- project manager
- engineer
- specialist
Tidak perlu menampilkan seluruh karyawan.
Pilih orang yang memang relevan dengan positioning dan capability perusahaan.
8. Industri yang Dilayani
Jika perusahaan melayani beberapa sektor, pertimbangkan halaman khusus untuk industri.
Contohnya:
- Manufacturing
- Construction
- Hospitality
- Property
- Retail
Mengapa?
Karena calon client biasanya tidak hanya mencari:
“Siapa Anda?”
Mereka juga mencari:
“Apakah Anda pernah menangani kebutuhan seperti milik saya?”
Halaman industri dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan lebih spesifik.
9. Alamat dan Informasi Kontak yang Lengkap
Jangan membuat calon client mencari nomor telepon di seluruh website.
Sediakan:
- alamat
- nomor telepon
- inquiry form
- Google Maps jika relevan
Selain itu, gunakan CTA yang sesuai dengan proses B2B.
Contohnya:
Request a Quote
Discuss Your Project
Konsultasi Kebutuhan Project
Hubungi Tim Kami
CTA seperti ini lebih relevan daripada tombol generik yang tidak menjelaskan tindakan berikutnya.
10. Company Profile PDF Tetap Bisa Dibutuhkan
Website dan company profile PDF tidak harus saling menggantikan.
Dalam beberapa proses bisnis, perusahaan masih perlu mengirim dokumen digital sebagai lampiran proposal atau presentasi.
Karena itu, pendekatan yang lebih fleksibel adalah:
Website
→ sumber informasi online
Company Profile PDF
→ dokumen siap kirim
Keduanya dapat menggunakan informasi dan identitas visual yang sama.
Beberapa penyedia layanan company profile juga menawarkan versi website dan PDF karena keduanya melayani kebutuhan yang berbeda.
Website Tender Tidak Harus Penuh Animasi
Ini bagian yang sering keliru.
Ketika membuat website perusahaan, fokus utama seharusnya bukan:
“Bagaimana membuat website terlihat paling keren?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Bagaimana membuat informasi perusahaan mudah ditemukan dan dipahami?”
Karena itu, prioritaskan:
- navigasi yang jelas
- tipografi mudah dibaca
- struktur informasi
- portfolio
- sertifikasi
- capability
- CTA
- responsive design
- kecepatan
Animasi boleh digunakan.
Namun, jangan sampai visual mengambil perhatian dari informasi yang justru dibutuhkan calon client.
Website Perusahaan untuk Tender Sebaiknya Mudah Diperbarui
Data perusahaan tidak selalu tetap.
Project baru bertambah.
Sertifikasi diperbarui.
Layanan berkembang.
Client bertambah.
Karena itu, website yang seluruh kontennya diedit secara manual dapat menjadi merepotkan.
Untuk perusahaan dengan banyak data, pertimbangkan struktur konten dinamis.
Contohnya:
Projects
Setiap project memiliki:
- client
- lokasi
- tahun
- kategori
- scope
- galeri
Services
Setiap layanan memiliki halaman sendiri.
Certifications
Dokumen dan sertifikasi dapat dikelola sebagai data terstruktur.
Team
Profile key person dapat diperbarui dari dashboard.
Dengan struktur seperti ini, perusahaan tidak perlu membangun ulang layout setiap kali ada project baru.
Website Perusahaan untuk Tender dan SEO
Website untuk mendukung kebutuhan tender juga bisa dikembangkan agar ditemukan melalui Google.
Jangan hanya memiliki:
Home → About → Contact
Sebaliknya, Anda bisa membangun:
Services
→ halaman layanan
Industries
→ halaman industri
Projects
→ halaman project
Locations
→ halaman lokasi jika memang relevan
Blog
→ artikel edukasi
Struktur tersebut memberikan lebih banyak konteks bagi calon client sekaligus membuka peluang pencarian organik.
Namun, jangan membuat halaman kota atau industri hanya untuk mengejar keyword.
Setiap halaman harus memiliki informasi yang benar-benar relevan dengan bisnis.
Website Perusahaan untuk Tender Berdasarkan Jenis Bisnis
Kebutuhan website juga berbeda berdasarkan industri.
Kontraktor
Prioritaskan:
- services
- projects
- certifications
- clients
- team
- contact
Engineering
Prioritaskan:
- technical services
- industries
- projects
- expertise
- team
- certifications
Manufaktur
Prioritaskan:
- products
- specifications
- industries
- facilities
- certifications
- inquiry
Supplier
Prioritaskan:
- product catalog
- brands
- industries
- clients
- certifications
- inquiry
Dengan demikian, website terasa dibuat untuk bisnis Anda.
Bukan sekadar menggunakan template yang sama dengan perusahaan lain.
Checklist Website Perusahaan Sebelum Mengikuti Tender
Sebelum menggunakan website sebagai sumber informasi perusahaan, cek beberapa hal berikut.
Profil
- Nama perusahaan jelas
- Bidang usaha jelas
- Alamat tersedia
- Kontak mudah ditemukan
- Positioning jelas
Capability
- Layanan dijelaskan
- Industri yang dilayani jelas
- Area pelayanan jelas
- Keahlian utama dijelaskan
Proof
- Portfolio tersedia
- Project relevan ditampilkan
- Client atau partner tersedia
- Sertifikasi ditampilkan
- Case study tersedia jika relevan
Conversion
- Inquiry form
- CTA yang jelas
Technical
- Mobile friendly
- Website cepat
- HTTPS
- Backup
- CMS mudah dikelola
- Analytics terpasang
FAQ
Apakah website wajib untuk mengikuti tender?
Tidak selalu. Persyaratan setiap tender berbeda dan harus mengikuti dokumen serta ketentuan dari penyelenggara. Website lebih tepat diposisikan sebagai sumber informasi perusahaan yang membantu calon partner mengenal dan mengevaluasi bisnis Anda.
Apa saja yang harus ada di website perusahaan untuk tender?
Minimal, tampilkan profil perusahaan, layanan, capability, portfolio, project, client, sertifikasi yang relevan, kontak, dan informasi penting lain yang mendukung proses evaluasi.
Apakah website kontraktor perlu menampilkan portfolio project?
Sangat disarankan. Project menjadi salah satu cara terbaik untuk menunjukkan pengalaman dan relevansi capability perusahaan.
Apakah sertifikasi perlu ditampilkan?
Jika sertifikasi tersebut relevan dengan layanan dan dapat dipublikasikan, menampilkannya dapat membantu calon client memahami kredensial perusahaan.
Apakah company profile PDF masih diperlukan jika sudah punya website?
Bisa. Website dan PDF memiliki fungsi berbeda. Website menjadi sumber informasi online, sedangkan PDF lebih praktis untuk dikirim sebagai lampiran proposal atau presentasi.
Apakah website perusahaan bisa membantu proses tender?
Website dapat membantu menyediakan informasi perusahaan yang mudah diakses dan memperkuat proses evaluasi awal. Namun, website sendiri tidak menjamin kemenangan tender.
Apakah website perusahaan harus menggunakan WordPress?
Tidak harus. Pilihan CMS atau teknologi bergantung pada kebutuhan bisnis. Untuk perusahaan yang rutin memperbarui project, layanan, team, dan artikel, CMS dapat mempermudah pengelolaan.
Penutup
Website perusahaan untuk tender bukan tentang membuat halaman yang terlihat paling mewah.
Yang lebih penting adalah memastikan calon client dapat menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan cepat.
Mereka perlu mengetahui:
Siapa Anda.
Apa yang Anda kerjakan.
Apa yang sudah Anda buktikan.
Mengapa perusahaan Anda relevan.
Bagaimana cara menghubungi Anda.
Karena itu, bangun website berdasarkan proses evaluasi calon client, bukan sekadar berdasarkan jumlah halaman.
Untuk perusahaan B2B, kontraktor, engineering, manufaktur, maupun supplier, struktur seperti profil → capability → project → proof → inquiry biasanya jauh lebih berguna daripada website yang hanya berisi Home, About, dan Contact.
Butuh Website Company Profile untuk Perusahaan B2B?
Pelajari Jasa Pembuatan Website Company Profile untuk melihat bagaimana website dapat disusun berdasarkan layanan, project, capability, industri, dan kebutuhan bisnis perusahaan Anda.